Langsung ke konten utama

Musim Lebaran & Fenomena Pinjol

"Dimana Musim Lebaran, Di situlah Pinjol Bertebaran"


***

Scroll Up... Scroll down... Wall Facebook saya malam ini dipenuhi postingan bersponsor pinjaman online (pinjol). Menariknya, tanpa jaminan/agunan.

Mulai dari lembaganya yang berbentuk Pondok Pesantren, Koperasi, dan lainnya.

Ironinya, setiap membaca komentar dari masing-masing postingan tersebut, masih banyak netizen yang yang berkomentar berminat jika tanpa jaminan 🤣🤣. Disisi lain ada juga yang berkomentar hati-hati penipuan. Karena logikanya, jika tidak ada jaminan/agunan, peminjam pastinya akan disuruh bayar biaya admin dimuka.

Jika diistilahkan, ada yang sedang memasang jebakan/perangkap, tapi apakah jebakannya yang rusak atau (calon) mangsanya yang bodoh. 🤭

Fenomena di atas membuktikan bahwa mindset pragmatis sebagian orang untuk mendapatkan uang dengan cara instan masih dominan. Terlebih saat ini menjelang lebaran. Karena akan ada banyak kebutuhan yang dipersiapkan menyambut lebaran.

Fenomena di atas juga membuktikan, bahwa pemahaman tentang Riba masih teramat sangat rendah.

Subhanallaah.... Astaghfirullaah...
Semoga kita terhindar dari petaka Riba🙏🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakta-Fakta Menarik Tanah Rejang (Taneak Jang)

Bagi kalian yang berada di luar Provinsi Bengkulu, pernah dengar tentang Tanah Rejang (Taneak Jang) ?  Taneak Jang  juga sering dijuluki Tanah Pusaka. Tanah Rejang sebuah istilah yang ditautkan oleh masyarakat dari Suku Rejang yang ada di Provinsi Bengkulu. Tanah leluhur yang tersebar dari bagian Utara hingga mengarah ke Timur Provinsi Bengkulu. Ada banyak fakta-fakta unik, menarik di Tanah Rejang. Berikut rangkuman sepuluh fakta tentang Tanah Rejang.      #1 Memiliki suku sendiri, bernama Suku Rejang Suku Rejang merupakan suku yang berdiri sendiri dan merupakan suku tertua di Provinsi Bengkulu. Dikutip dari  wikipedia.org , sumber Ekorusyono dalam bukunya “Kebudayaan Rejang” menyebutkan, bahwa Suku Rejang hadir di Nusantara ini sekitar abad ke-2 Masehi. Yang mana kala itu para nenek moyang Suku Rejang berlayar dan berlabuh di pesisir Pantai Barat Sumatera. Lalu menyusuri air mulai dari hilir hingga ke hulu Sungai Ketahun dan akhirnya menet...

Para Perempuan Penjaga Rimba Bukit Hitam Kepahiang Bengkulu

Malam itu, sebuah notifikasi pesan masuk di  WhatsApp  Grup Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu. Isi pesannya ajakan partisipasi kegiatan di Desa Batu Ampar. Kegiatan itu tentang penghijauan. Tapi dilakukan oleh sebuah komunitas gender. Komunitas yang terfokus pada perempuan. Nama komunitas itu Perempuan Alam Lestari (PAL) Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang. Semua anggotanya perempuan. Sementara kegiatan penghijauan itu dilakukan di rimba kaki Bukit Hitam. Yang mana status rimba itu juga bagian dari hutan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba di Provinsi Bengkulu. Singkatnya, di desa itu ada komunitas khusus perempuan yang menjaga rimba TWA Bukit Kaba. Bukit besar dan menjulang tinggi yang terlihat dari setiap sudut Tanah Rejang. Dan itu ‘dipiara’ oleh ibu-ibu di Desa Batu Ampar. Dari diskusi di  WhatsApp  grup itu, yang mengiyakan akan berangkat dua orang. Komi Kendy dan Betty Herlina. Keduanya perempuan. Akhir diskusi saya mengirimkan  go...